PGRI Lombok Barat Serahkan Donasi untuk Korban Bencana Aceh

Lombok Barat — Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menggugah kepedulian Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Barat. Melalui aksi solidaritas, PGRI Lombok Barat berhasil menghimpun donasi sebesar Rp143.967.500 yang disalurkan untuk membantu para korban bencana.

Donasi tersebut diserahkan oleh Ketua PGRI Lombok Barat H. Akhmad Sujai kepada Bupati Lombok Barat H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan akan disalurkan melalui Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Penyerahan berlangsung pada Pembukaan Konferensi Kerja I PGRI Lombok Barat di Hotel Montana Senggigi, Sabtu (27/12/2025), dan disaksikan oleh Ketua PGRI Provinsi NTB Yusuf Zaini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat M. Hendrayadi, serta para guru dan pendidik.

Bupati LAZ dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepedulian PGRI Lombok Barat terhadap sesama. Ia mengingatkan agar kegiatan konferensi kerja tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, melainkan momentum evaluasi dan perumusan langkah strategis demi terwujudnya pendidikan yang bermutu.

“Jadikan momentum ini untuk bermuhasabah agar tujuan pendidikan bisa tercapai serta menjadikan PGRI yang tangguh, guru berkualitas sehingga menjadikan Lombok Barat yang maju, Mandiri dan berkeadilan,”katanya.

Ia juga menekankan bahwa proses belajar mengajar hendaknya tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif, tetapi harus disertai upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Sementara itu, Ketua PGRI Lombok Barat H. Akhmad Sujai menegaskan komitmen PGRI untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat. Menurutnya, PGRI harus hadir sebagai mitra kritis yang konstruktif demi mewujudkan pembangunan pendidikan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

“Program kerja yang disusun hendaknya tidak hanya indah di atas kertas, tetapi benar-benar dapat dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya oleh anggota PGRI di satuan pendidikan masing-masing,”katanya.

Ia berharap seluruh program kerja PGRI tidak hanya berhenti pada tataran perencanaan, tetapi dapat dilaksanakan secara nyata dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh anggota PGRI di satuan pendidikan.