Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Lombok Barat menyalurkan donasi tahap II bagi korban banjir di Kecamatan Sekotong, Sabtu (31/1/2026). Bantuan tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pendidikan bagi 107 siswa jenjang SDN 3 Buwun Mas dan SMPN 3 Sekotong serta 14 guru terdampak di Desa Buwun Mas, Lombok Barat. Hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Kabid Pembinaan SMP Syarif Khalili didampingi Ketua PGRI Kabupaten Lombok Barat H. Akhmad Sujai, Ketua Cabang PGRI dan jajaran pengurus PGRI Kabupaten.

Penyaluran bantuan dipusatkan di SD Negeri 3 Buwun Mas. Rombongan PGRI berangkat dari Gerung menggunakan armada logistik BPBD Lombok Barat dan melakukan transit di SMP Negeri 1 Sekotong sebagai titik temu untuk briefing, pengecekan logistik, serta pergantian armada menuju lokasi sasaran yang hanya dapat diakses kendaraan medan berat.
Ketua PGRI Kabupaten Lombok Barat menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi profesi guru terhadap keberlangsungan layanan pendidikan di wilayah terdampak bencana.

“Bantuan ini kami arahkan untuk mendukung kebutuhan dasar pembelajaran siswa dan guru yang terdampak banjir, agar aktivitas belajar mengajar dapat segera berjalan kembali secara bertahap,” ujar Ketua PGRI Kabupaten Lombok Barat H. Akhmad Sujai.
Ia menambahkan, PGRI berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam upaya pemulihan pendidikan pascabencana melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat Syarif Khalili mengapresiasi sinergi yang terbangun antara PGRI dan pemerintah daerah dalam merespons dampak banjir terhadap satuan pendidikan.
“Kami mengapresiasi langkah PGRI Lombok Barat yang secara cepat dan terkoordinasi menyalurkan bantuan pendidikan bagi sekolah terdampak. Dukungan ini penting dalam menjaga keberlangsungan proses pembelajaran di tengah kondisi darurat,”katanya.

Penyerahan donasi inti dilakukan secara simbolis kepada perwakilan siswa dan guru pada pukul 09.00–10.00 Wita. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan kondisi sekolah serta pendokumentasian sebagai bagian dari laporan kegiatan.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir sekitar pukul 11.30 Wita dan berlangsung lancar sesuai agenda yang telah disusun. PGRI Lombok Barat berharap kolaborasi antara organisasi profesi dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat dalam mendukung pemulihan sektor pendidikan pascabencana.

