Kondisi musala sekolah di wilayah Lombok Barat saat ini mengalami kerusakan parah dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak, khususnya Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Lombok Barat. Kerusakan meliputi atap bangunan yang bocor, dinding retak, lantai rusak, serta fasilitas ibadah yang tidak lagi layak digunakan.
Musala yang seharusnya menjadi pusat pembinaan spiritual siswa kini tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Saat hujan turun, air masuk ke dalam ruangan sehingga mengganggu aktivitas ibadah dan pembelajaran keagamaan. Selain itu, kondisi bangunan yang rapuh menimbulkan kekhawatiran akan keselamatan siswa dan guru.

Kepala SMPN 3 Kuripan, Akhmad Ikhwanul Muslim, berharap Badan Amil Zakat (BAZNAS) Kabupaten Lombok Barat dapat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan sekolah, khususnya dalam pembangunan dan perbaikan sarana prasarana pendidikan.
Ia menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan mendesak saat ini adalah perbaikan musala sekolah yang kondisinya mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta keselamatan warga sekolah.
“Kami berharap BAZNAS dapat menyalurkan bantuan ke sektor pendidikan, termasuk ke sekolah kami. Hingga saat ini SMPN 3 Kuripan belum pernah menerima bantuan, padahal fasilitas penting seperti musala membutuhkan perbaikan segera,” ujar Ikhwanul Muslimin, Sabtu (1/2/2026).
Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter, keimanan, dan lingkungan belajar yang kondusif bagi siswa. Oleh karena itu, dukungan dana zakat, infak, dan sedekah dinilai relevan untuk membantu peningkatan kualitas fasilitas sekolah.
“Kami meyakini dana yang dikelola BAZNAS memiliki potensi besar untuk membantu sekolah-sekolah yang membutuhkan. Harapan kami, distribusi bantuan ke depan dapat lebih merata dan menjangkau sektor pendidikan,” katanya.
Dikatakannya, kontribusi dan andil para guru, khususnya di sekolah-sekolah negeri, dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi seperti BAZNAS sangat besar dan konsisten setiap bulan. Dana zakat yang dihimpun dari para pendidik tersebut telah menjadi salah satu sumber utama dalam mendukung berbagai program sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.Oleh karena itu, sudah sangat wajar dan pantas apabila sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan fasilitas ibadah, seperti musala, memperoleh perhatian yang serius dan prioritas bantuan.
“Perbaikan musala bukan hanya menyangkut aspek fisik bangunan, tetapi juga merupakan bentuk penghargaan atas kontribusi para guru, sekaligus investasi dalam pembinaan karakter, spiritual, dan moral generasi penerus bangsa,”katanya.
Hal serupa disampaikan Pelaksana Tugas (PLT) Kepala SMPN 3 Labuapi, Hamdatun. Ia berharap BAZNAS Kabupaten Lombok Barat turut memperhatikan kondisi fasilitas tempat ibadah di lingkungan sekolah.
“Musala sekolah saat ini mengalami kerusakan cukup parah. Untuk sementara, kami terpaksa menggunakan ruang kelas sebagai tempat ibadah bagi siswa dan guru,” ujar Hamdatun.

Pihak sekolah berharap terjalin sinergi yang lebih kuat antara BAZNAS dan institusi pendidikan, sehingga pemanfaatan dana sosial dapat memberikan dampak yang lebih luas, terutama dalam mendukung kualitas lingkungan belajar serta pembinaan karakter peserta didik.
